Cara Mahasiswa Mengatur Jadwal Main Game Online Jelang Sidang
Surat undangan sidang tesis saya keluar pada hari Selasa, dengan jadwal ujian 23 hari kemudian. Malam itu juga saya membuka kalender di ponsel dan menyadari dua hal.

Surat undangan sidang tesis saya keluar pada hari Selasa, dengan jadwal ujian 23 hari kemudian. Malam itu juga saya membuka kalender di ponsel dan menyadari dua hal. Pertama, ada tiga penguji, dan salah satunya terkenal suka menanyakan metode sampai ke rumus. Kedua, guild Final Fantasy XIV saya sudah menjadwalkan raid mingguan setiap Kamis pukul 20.00, dan saya adalah healer utama mereka. Dua kalender, satu orang. Dari situ lahir jadwal yang akan saya ceritakan di bawah, termasuk bagian yang saya ubah di tengah jalan karena ternyata salah.
Kenapa jadwal, bukan larangan
Hampir setiap mahasiswa yang mau sidang mendapat nasihat yang sama dari kakak tingkat: "Uninstall dulu semua game, nanti main lagi setelah lulus." Saya mengerti niatnya. Tapi nasihat itu berasumsi game adalah satu satunya hal yang mengalihkan perhatian, dan bahwa waktu yang dibebaskan otomatis jatuh ke persiapan sidang.
Pengalaman saya dan dua teman satu angkatan menunjukkan sebaliknya. Raka, teman dari prodi sebelah, menghapus Mobile Legends dua minggu sebelum sidang. Ia malah tidur lebih larut karena menonton siaran turnamen MPL di YouTube, yang tidak pernah ia lakukan saat masih main sendiri. Kebiasaannya tidak hilang, hanya pindah ke bentuk yang lebih pasif dan lebih panjang.
Jadwal memberi sesuatu yang tidak diberikan larangan: kepastian. Kamu tahu kapan boleh main, jadi tidak perlu bernegosiasi dengan diri sendiri setiap malam. Negosiasi itu sendiri melelahkan, dan di minggu terakhir sebelum sidang, tenaga mental lebih berharga daripada apa pun.
Jadwal hitung mundur yang saya pakai
Berikut pembagian yang akhirnya saya jalani, sudah termasuk revisi di tengah jalan. Angka jam main adalah batas atas per hari, bukan target.
H-23 sampai H-15: fase menyusun materi
Di fase ini pekerjaannya membuat slide presentasi dan merangkum tiap bab menjadi satu halaman. Pekerjaan ini panjang tapi tidak menegangkan. Batas main saya 2 jam per malam, setelah pukul 21.00. Raid Kamis tetap jalan, karena itu satu satunya sesi yang melibatkan delapan orang lain dan saya tidak mau jadi alasan mereka bubar.
Satu perubahan penting: semua game kompetitif dengan peringkat saya pindahkan ke akhir pekan saja. Valorant di hari kerja terlalu sering membuat saya tidur jam dua.
H-14 sampai H-8: fase latihan tanya jawab
Batas turun menjadi 75 menit. Bagian menariknya, sebagian waktu main justru saya ubah jadi latihan. Saya dan dua teman memainkan Keep Talking and Nobody Explodes, game di mana satu pemain menghadapi bom di layar dan pemain lain hanya memegang manual penjinakan. Mereka harus saling menjelaskan dengan cepat dan tepat tanpa bisa melihat apa yang dilihat lawan bicaranya.
Situasi itu mirip sekali dengan sidang. Penguji tidak membaca isi kepalamu, mereka hanya mendengar penjelasanmu. Setelah empat sesi, saya jadi terbiasa menyebut hal penting lebih dulu dan menghindari kalimat berbelit. Kebiasaan "jawab inti dulu, detail menyusul" ini terbawa langsung ke latihan presentasi.
Among Us juga sempat kami pakai, khususnya fase rapat darurat. Saat dituduh, kamu punya waktu singkat untuk membela diri dengan argumen yang masuk akal. Ini latihan ringan untuk tetap tenang saat ditekan, meski saya akui, setelah dua malam, kami lebih banyak tertawa daripada berlatih.
H-7 sampai H-2: fase pemolesan
Di sinilah saya membuat kesalahan. Rencana awal saya adalah berhenti main sepenuhnya selama seminggu terakhir. Pada hari keempat, saya mendapati diri saya membaca ulang bab dua untuk kesembilan kalinya tanpa hasil, hanya karena merasa harus "berbuat sesuatu" di jam yang biasanya dipakai main. Tidur saya mundur ke pukul satu.
Pada H-4 saya mengubah aturan: boleh main 40 menit, tapi hanya game yang sudah sangat saya kenal dan tidak kompetitif. Pilihannya jatuh ke Stardew Valley, di save file lama yang pertaniannya sudah mapan. Tidak ada tantangan baru, tidak ada kekalahan, hanya rutinitas menyiram dan memanen. Malam itu saya tidur pukul 23.10.
H-1: malam sebelum sidang
Nasihat umum bilang malam sebelum sidang harus dipakai belajar sampai larut. Saya tidak setuju. Pada H-1, materi yang belum masuk tidak akan masuk dalam enam jam. Yang bisa diperbaiki hanyalah kondisi tubuh dan kepala.
Malam itu saya membuka slide sekali, membaca catatan jawaban untuk sepuluh pertanyaan yang paling mungkin ditanyakan, lalu menutup laptop pukul 20.30. Setelah itu satu sesi pendek Dorfromantik, kira kira dua puluh menit, sampai stok petaknya habis. Begitu permainan selesai dengan sendirinya, saya mematikan komputer. Game yang punya akhir alami itu penting di malam ini, karena kamu tidak mau keputusan "berhenti sekarang" bergantung pada kemauanmu yang sedang tegang.
Pagi hari sidang
Pagi itu saya tidak menyentuh game sama sekali, dan ini satu satunya hari dalam jadwal yang benar benar nol. Alasannya bukan moral, melainkan teknis. Laptop yang sama akan dipakai presentasi, dan saya tidak mau ada peluncur game yang tiba tiba meminta pembaruan 4,2 GB atau notifikasi Discord yang muncul di pojok layar proyektor ketika penguji sedang membaca slide metode.
Malam sebelumnya saya sudah mematikan peluncur Steam dari daftar program yang berjalan saat komputer dinyalakan, menyetel status Discord ke mode jangan diganggu, dan menutup semua akun game di peramban. Pekerjaan kecil itu memakan waktu enam menit. Dibandingkan rasa malu kalau layar presentasi menampilkan undangan raid, enam menit itu murah sekali.
Hal yang tidak boleh dilakukan, dari pengalaman orang lain
Daftar ini saya kumpulkan dari cerita teman di grup angkatan, bukan teori:
- Memulai game baru di minggu sidang. Satu teman mulai Baldur's Gate 3 pada H-6 karena "cuma mau lihat karakter kreasi". Ia berhenti di Act 1 pada pukul tiga pagi.
- Main ranked pada H-1. Kalah beruntun di malam terakhir bisa merusak suasana hati lebih dari yang kamu kira.
- Mengikuti event terbatas waktu. Genshin Impact dan game sejenis sering membuka event yang berakhir dalam dua minggu. Kalau jadwalnya bertabrakan dengan sidang, relakan saja hadiahnya.
- Menjanjikan diri "maraton setelah sidang" sebagai motivasi. Setelah sidang masih ada revisi pascasidang dan urusan cetak, dan maraton semalam suntuk biasanya merusak minggu itu.
Memberi tahu tim mainmu
Bagian yang jarang dibahas: kalau kamu bermain di tim atau guild, beri tahu mereka jauh hari. Saya mengumumkan di Discord guild pada H-20 bahwa saya hanya bisa ikut raid sampai H-8, dan mereka mencari healer pengganti untuk dua minggu. Tidak ada yang tersinggung. Justru tiga anggota lain mengaku sedang dalam situasi serupa, satu menyusun skripsi di Yogyakarta dan dua lainnya sedang ujian profesi.
Mengumumkan jadwal juga menghilangkan rasa bersalah setiap kali notifikasi raid muncul. Kamu tidak sedang menghilang, kamu sedang cuti dengan izin.
Healer pengganti yang mereka temukan ternyata bermain lebih rapi daripada saya di satu pertarungan tertentu. Begitu kembali, saya sempat meminta dia merekam cara ia mengatur cooldown di fase kedua. Cuti dua minggu itu tidak membuat saya tertinggal, malah memberi saya contoh baru. Pengalaman kecil ini menenangkan satu ketakutan yang sering muncul sebelum sidang, yaitu rasa bahwa berhenti sebentar sama dengan kehilangan tempat.
Sesudah ruang sidang
Saya lulus dengan tiga halaman catatan revisi kecil. Malam itu saya kembali ikut raid, dan itu terasa seperti pulang. Tapi revisi pascasidang punya tenggat sendiri, biasanya dua sampai empat minggu sebelum naskah final harus dijilid dan diserahkan. Ritme jadwal tadi sebaiknya tidak langsung dibuang.
Untuk urusan setelah ujian, dua bacaan berikutnya bisa membantu: pilihan hardcover atau softcover untuk naskah final, dan kumpulan tulisan lain di kategori menjelang sidang. Kalau kamu sedang di fase menyusun dan belum dapat jadwal ujian, mulailah dari catatan soal melatih fokus lewat game, karena jadwal yang baik dibangun dari kebiasaan yang sudah terbentuk berbulan bulan sebelumnya.
More in Games
Games
Game Online Multiplayer yang Mengajarkan Kerja Sama Tim Riset
Penelitian tesis saya adalah bagian dari proyek payung seorang dosen, dengan empat mahasiswa yang berbagi satu set data survei...
Games
Jelajahi Desain Visual Game Online yang Terinspirasi Kertas
Kertas adalah bahan yang paling sering saya pegang selama bekerja sebagai asisten pemeriksa format, jadi wajar kalau mata saya...
Games
Temukan Game Online Simulasi Percetakan dan Kerajinan Buku
Seorang pelanggan pernah menunggu hardcover skripsinya selesai di meja percetakan kami di dekat kampus di Malang, sambil...