Jilid Skripsi logo Jilid SkripsiNaskah rapi sampai sidang
Games

Game Online Multiplayer yang Mengajarkan Kerja Sama Tim Riset

Penelitian tesis saya adalah bagian dari proyek payung seorang dosen, dengan empat mahasiswa yang berbagi satu set data survei dari 612 responden di tiga kabupaten. Kedengarannya efisien.

Ilustrasi untuk artikel Game Online Multiplayer yang Mengajarkan Kerja Sama Tim Riset

Penelitian tesis saya adalah bagian dari proyek payung seorang dosen, dengan empat mahasiswa yang berbagi satu set data survei dari 612 responden di tiga kabupaten. Kedengarannya efisien. Kenyataannya, di bulan kedua kami sudah punya tiga versi berkas data yang berbeda, dua orang yang membersihkan kolom yang sama, dan satu grup WhatsApp yang lebih sering berisi permintaan maaf daripada kemajuan. Yang akhirnya membereskan kekacauan itu bukan pelatihan manajemen proyek, melainkan satu malam bermain Overcooked 2 yang berakhir dengan dapur terbakar dan kami berempat tertawa sambil saling menyalahkan.

Dari malam itu kami mulai memperhatikan bagaimana game multiplayer kooperatif memaksa pemain bekerja sama, dan ternyata banyak polanya bisa dipindahkan ke tim riset kecil. Ini catatan tentang lima game yang paling banyak mengajari kami.

Overcooked 2: kekacauan karena tidak ada pembagian peran

Di Overcooked 2, dua sampai empat pemain menjalankan dapur yang semakin aneh, dari dapur di atas truk berjalan sampai dapur yang terbelah oleh retakan es. Pesanan masuk terus, bahan harus dipotong, dimasak, disajikan, dan piring kotor harus dicuci. Kalau semua orang mengerjakan semuanya, dapur macet. Kami gagal mendapat satu bintang pun di level 1-4 sampai salah satu dari kami berkata, "Kamu cuma motong. Aku cuma masak. Jangan sentuh wajanku."

Begitu peran dikunci, skor kami naik dari 0 bintang menjadi 3 bintang dalam empat percobaan. Pola yang sama persis terjadi di proyek payung kami. Sebelumnya, siapa pun yang sempat membuka berkas data akan "membantu" membersihkannya. Setelah malam Overcooked, kami menetapkan satu orang sebagai pemegang berkas induk. Hanya dia yang boleh mengubah data mentah. Yang lain mengirim permintaan perubahan lewat satu lembar catatan bersama.

Pelajaran kecil tapi penting: di Overcooked, piring kotor yang menumpuk adalah tanda ada peran yang tidak dipegang siapa pun. Di tim riset, tumpukan itu bisa berupa daftar pustaka yang tidak pernah disatukan atau surat izin penelitian yang tidak ada yang mengurus. Carilah "piring kotor" timmu.

Deep Rock Galactic: spesialisasi lebih penting daripada rata

Deep Rock Galactic menempatkan empat kurcaci penambang ke dalam gua yang dibangkitkan secara acak. Ada empat kelas: Driller yang menggali terowongan, Engineer yang memasang platform dan turret, Gunner yang membawa senjata berat dan tali zipline, serta Scout yang menembakkan suar penerang dan bergerak cepat dengan grappling hook. Tidak ada kelas yang mengerjakan porsi sama. Scout bisa menambang mineral jauh lebih banyak daripada Gunner, sementara Gunner menanggung beban saat gelombang serangan datang.

Ini membantah nasihat yang sering saya dengar di awal proyek: "Bagi tugas sama rata supaya adil." Kami awalnya membagi kuesioner per kabupaten, masing masing satu, dengan asumsi bebannya setara. Ternyata tidak. Satu kabupaten punya responden yang tersebar di pegunungan, satu lagi terpusat di sekitar pasar kecamatan.

Setelah meniru logika Deep Rock Galactic, kami membagi pekerjaan berdasarkan keahlian, bukan jumlah. Teman yang paling kuat di statistik menjadi "Driller" yang membuka jalan analisis untuk semua orang. Teman yang paling luwes berbicara dengan aparat desa menjadi "Scout" yang mengurus izin dan menjangkau lapangan. Saya, yang paling sabar dengan format, menjadi "Engineer" yang membangun templat tabel dan gaya sitasi yang dipakai bersama. Beban jam kerjanya tidak sama, tapi semua orang merasa kontribusinya terlihat.

Phasmophobia: mengumpulkan bukti sebelum menyimpulkan

Phasmophobia mengirim satu sampai empat pemain ke rumah berhantu untuk menentukan jenis hantu berdasarkan bukti. Ada tujuh jenis bukti, mulai dari EMF Level 5, Spirit Box, sidik jari, Ghost Orb, Ghost Writing, suhu beku, sampai D.O.T.S Projector. Setiap jenis hantu meninggalkan tiga di antaranya. Tim harus mencatat bukti di jurnal, lalu mencoret kemungkinan satu per satu.

Kesalahan paling umum pemain baru adalah menyimpulkan terlalu cepat. Satu bukti suhu beku, langsung ditebak "pasti Demon". Hasilnya tebakan salah dan bayaran misi hilang. Tim yang bagus berdisiplin: tidak ada yang menyebut nama hantu sebelum tiga bukti tercatat.

Saya membawa disiplin ini ke rapat analisis kami. Aturan barunya, tidak boleh ada yang menulis kalimat kesimpulan di draf bab empat sebelum hasil uji dan data lapangan pendukungnya dicatat di lembar bersama. Ini mengurangi satu masalah yang dulu sering muncul, yaitu dua orang yang menulis interpretasi berbeda untuk tabel yang sama karena masing masing melihat sepotong data saja.

Final Fantasy XIV: komunikasi sebelum masuk dungeon

Sebagai healer di Final Fantasy XIV, saya terbiasa dengan ritual singkat sebelum menarik musuh pertama di dungeon atau trial: tank memastikan semua siap, healer memeriksa mana, DPS menunggu aba aba. Untuk raid yang lebih sulit, tim bahkan membahas strategi dulu, siapa berdiri di mana saat mekanik tertentu muncul.

Ritual ini kami tiru menjadi "rapat sepuluh menit" setiap Senin pagi. Formatnya kaku dan sengaja dibuat pendek:

  1. Setiap orang menyebut satu hal yang selesai minggu lalu.
  2. Setiap orang menyebut satu hal yang akan dikerjakan minggu ini.
  3. Setiap orang menyebut satu hal yang menghambat, kalau ada.

Tidak ada diskusi panjang di rapat ini. Kalau ada hambatan, dua orang yang terlibat membahasnya setelahnya. Selama sebelas minggu terakhir proyek, kami tidak pernah lagi punya dua versi berkas data yang bertabrakan.

Portal 2: menjelaskan apa yang tidak dilihat rekanmu

Mode co-op Portal 2 menempatkan dua robot, Atlas dan P-Body, di ruang uji yang hanya bisa diselesaikan kalau keduanya memasang portal dengan urutan tepat. Game ini punya fitur penanda: pemain bisa menunjuk satu titik di dinding dan memberi sinyal "pasang portal di sini" atau menyalakan hitung mundur supaya dua aksi terjadi bersamaan.

Fitur kecil itu menunjukkan masalah besar dalam tim riset kami. Kalimat seperti "datanya sudah aku perbaiki" tidak berguna tanpa penunjuk yang jelas. Data yang mana, baris berapa, diubah dari apa menjadi apa? Setelah beberapa sesi Portal 2, kami sepakat bahwa setiap perubahan pada berkas induk harus ditulis dengan format tiga bagian: lokasi, isi lama, isi baru. Sekali terasa merepotkan, sesudahnya justru menghemat berjam jam pencarian ketika dosen bertanya kenapa jumlah responden valid berubah dari 598 menjadi 591.

Yang tidak bisa diajarkan game

Supaya tidak berlebihan, ada batas yang perlu diakui. Game kooperatif berlangsung dalam hitungan menit sampai satu atau dua jam, dengan aturan yang jelas dan umpan balik instan. Tim riset bekerja berbulan bulan dengan aturan yang kabur, dan hasil kerja seseorang baru dinilai ketika dosen membaca draf. Rasa kesal di Overcooked hilang begitu level selesai. Rasa kesal karena data seseorang telat masuk bisa bertahan sampai sidang.

Game juga tidak mengajari soal kepengarangan dan pembagian kredit, yang dalam proyek payung bisa jadi topik sensitif. Hal itu tetap harus dibicarakan secara terbuka dengan dosen pembimbing sejak awal.

Namun sebagai bahasa bersama, game sangat membantu. Saat ada yang bilang "jangan sentuh wajanku", semua orang di tim langsung paham bahwa itu soal berkas induk, tanpa perlu penjelasan panjang dan tanpa ada yang tersinggung.

Jika ingin mencoba di timmu

Ajak tim riset bermain satu sesi game kooperatif sebelum proyek berjalan jauh. Overcooked 2 paling mudah karena kontrolnya sederhana dan bisa dimainkan lokal di satu laptop dengan dua stik. Perhatikan siapa yang alami mengambil peran pengatur, siapa yang lebih suka mengerjakan satu tugas dengan tekun, dan siapa yang panik saat pesanan menumpuk. Semua itu informasi berharga untuk pembagian kerja. Arsip pembahasan lain tentang pemain dan dunia akademik bisa kamu telusuri di kategori Games.

Kalau kamu lebih suka sesi main yang tenang setelah rapat yang melelahkan, ada daftar game santai untuk jeda revisi. Untuk tim yang sudah mendekati ujian, catatan soal mengatur jadwal main menjelang sidang mungkin lebih relevan, apalagi kalau jadwal raid guild kalian bertabrakan dengan jadwal bimbingan.

BP
Bagas Pradipta

Bagas menyelesaikan tesisnya sambil tetap main game online hampir setiap malam. Ia menulis tentang video game dari sudut orang yang sedang dikejar tenggat, lengkap dengan kebiasaan yang berhasil dan yang tidak.

More posts by Bagas

More in Games