Memilih Gramatur Kertas yang Tepat untuk Cetak Skripsi
Saat akan mencetak skripsi, banyak mahasiswa bingung memilih kertas dan sekadar menyebut ingin kertas yang bagus tanpa tahu maksudnya.

Saat akan mencetak skripsi, banyak mahasiswa bingung memilih kertas dan sekadar menyebut ingin kertas yang bagus tanpa tahu maksudnya. Padahal, salah satu hal yang paling menentukan hasil cetak adalah gramatur, yaitu ketebalan atau berat kertas per meter persegi. Gramatur yang terlalu tipis membuat tinta tembus dan naskah terasa ringkih, sedangkan yang terlalu tebal bisa menambah biaya dan menyulitkan jilid. Memilih gramatur yang tepat membuat skripsi terlihat rapi, nyaman dibaca, dan awet disimpan. Artikel ini menjelaskan arti gramatur, perbedaan pilihan yang umum, serta cara memilih kertas yang sesuai dengan pedoman kampus dan anggaran mahasiswa.
Apa itu gramatur kertas
Gramatur adalah ukuran berat kertas dalam satuan gram per meter persegi, sering ditulis dengan huruf gsm. Semakin besar angkanya, semakin tebal dan berat kertas tersebut. Kertas 70 gram lebih tipis daripada kertas 80 gram, dan kertas 100 gram terasa jauh lebih tebal. Gramatur memengaruhi banyak hal, mulai dari bagaimana tinta terserap, apakah tulisan tembus ke halaman belakang, sampai seberapa kokoh naskah saat dipegang. Memahami konsep ini penting karena saat memesan cetak, percetakan akan menanyakan gramatur yang diinginkan. Dengan tahu artinya, mahasiswa bisa memilih dengan sadar, bukan sekadar mengikuti saran tanpa paham, sehingga hasil cetak sesuai dengan yang dibutuhkan untuk naskah resmi seperti skripsi.
Perbedaan kertas 70, 80, dan 100 gram
Tiga pilihan gramatur yang paling umum untuk skripsi adalah 70, 80, dan 100 gram. Kertas 70 gram paling murah dan paling tipis, cocok untuk draf atau dokumen sementara, tetapi tinta cenderung sedikit tembus sehingga kurang ideal untuk naskah final. Kertas 80 gram adalah pilihan paling populer karena cukup tebal untuk mencegah tembus tinta, terasa kokoh, namun harganya masih terjangkau. Kertas 100 gram lebih tebal dan mewah, membuat naskah terasa lebih berkelas, tetapi harganya lebih mahal dan menambah ketebalan total skripsi. Untuk kebanyakan kebutuhan, 80 gram memberi keseimbangan terbaik antara kualitas dan biaya, sementara 100 gram biasanya dipilih bila ingin hasil yang lebih istimewa.
Pengaruh gramatur pada hasil cetak
Gramatur sangat memengaruhi tampilan akhir cetakan. Pada kertas tipis seperti 70 gram, tulisan dan gambar dari halaman sebaliknya bisa sedikit terlihat menembus, terutama jika dicetak bolak-balik. Hal ini mengganggu keterbacaan dan membuat naskah terlihat kurang bersih. Kertas 80 gram ke atas jauh lebih aman karena cukup padat untuk menahan tinta. Gramatur juga memengaruhi ketajaman cetak, terutama untuk gambar, grafik, atau tabel yang penting dalam skripsi. Kertas yang lebih tebal umumnya menghasilkan cetakan yang terlihat lebih rapi dan tegas. Jika skripsi banyak memuat gambar atau diagram berwarna, memilih gramatur yang memadai membantu hasil terlihat profesional dan mudah dipahami oleh penguji.
Hubungan gramatur dengan proses jilid
Gramatur tidak hanya soal cetak, tetapi juga memengaruhi proses jilid. Naskah dengan banyak halaman pada kertas 100 gram akan menjadi sangat tebal, sehingga lebih berat dan kadang menyulitkan saat dijilid hardcover. Sebaliknya, kertas terlalu tipis membuat halaman mudah terlipat dan tidak kokoh di dalam jilidan. Kertas 80 gram biasanya menjadi titik tengah yang nyaman, cukup tebal untuk kokoh tetapi tidak membuat naskah membengkak. Jika skripsi memiliki jumlah halaman yang banyak, pertimbangkan dampaknya terhadap ketebalan total sebelum memilih gramatur tinggi. Mendiskusikan hal ini dengan tempat jilid juga membantu, karena mereka sering tahu kombinasi gramatur dan jenis jilid yang memberi hasil paling rapi.
Menyesuaikan dengan pedoman kampus
Sebelum memutuskan gramatur, hal paling penting adalah memeriksa pedoman kampus. Sebagian fakultas menetapkan gramatur minimal untuk skripsi, misalnya mewajibkan kertas 80 gram untuk naskah yang akan disahkan dan disimpan di perpustakaan. Ada juga yang mengatur jenis dan warna kertas tertentu. Mengabaikan aturan ini bisa membuat skripsi ditolak saat pengesahan, meskipun isinya sudah benar. Oleh karena itu, baca pedoman penulisan dengan teliti atau tanyakan langsung ke bagian akademik jika ragu. Dengan mengetahui aturan sejak awal, mahasiswa bisa memilih gramatur yang tidak hanya nyaman dan sesuai anggaran, tetapi juga memenuhi standar resmi yang ditetapkan kampus untuk arsip jangka panjang.
Memilih sesuai anggaran mahasiswa
Bagi banyak mahasiswa, anggaran menjadi pertimbangan nyata saat mencetak skripsi, apalagi jika harus mencetak beberapa eksemplar sekaligus. Kertas yang lebih tebal memang terlihat lebih bagus, tetapi selisih harganya bisa terasa bila dikalikan banyak halaman dan banyak salinan. Strategi yang sering dipakai adalah menggunakan kertas 80 gram untuk eksemplar yang disahkan dan disimpan, karena memenuhi standar, sekaligus terjangkau. Untuk draf atau salinan uji coba sebelum final, kertas 70 gram yang lebih murah sudah cukup. Dengan membedakan kebutuhan antara draf dan naskah final, mahasiswa bisa menghemat tanpa mengorbankan kualitas pada bagian yang benar-benar penting, yaitu eksemplar resmi yang akan dinilai dan diarsipkan.
Tips memesan cetak dengan tepat
Setelah menentukan gramatur, langkah terakhir adalah memesan cetak dengan jelas supaya hasilnya sesuai harapan. Sebutkan gramatur, ukuran kertas, dan apakah ingin cetak satu sisi atau bolak-balik saat memesan. Minta contoh cetak satu halaman terlebih dahulu bila memungkinkan, agar bisa menilai ketajaman tinta dan apakah tulisan tembus. Pastikan juga warna dan jenis kertas konsisten untuk seluruh naskah, karena mencampur kertas dari batch berbeda bisa menghasilkan warna putih yang sedikit berbeda. Simpan sisa kertas yang sama bila sewaktu-waktu perlu mencetak ulang satu halaman. Komunikasi yang jelas dengan percetakan membuat hasil akhir rapi dan mengurangi risiko harus mengulang cetak karena kesalahan kecil.
Pertanyaan yang sering diajukan
Gramatur kertas apa yang paling cocok untuk skripsi? Kertas 80 gram adalah pilihan paling umum karena cukup tebal untuk mencegah tinta tembus, terasa kokoh, dan harganya masih terjangkau. Banyak kampus juga mensyaratkan minimal gramatur ini untuk naskah final.
Apa bedanya kertas 70 dan 80 gram untuk cetak? Kertas 70 gram lebih tipis dan murah, tetapi tinta bisa sedikit tembus sehingga kurang ideal untuk naskah resmi. Kertas 80 gram lebih padat, hasil cetak lebih bersih, dan lebih kokoh saat dijilid.
Apakah gramatur tinggi selalu lebih baik? Tidak selalu. Kertas 100 gram terasa mewah tetapi lebih mahal dan membuat naskah tebal sehingga menyulitkan jilid. Untuk kebanyakan skripsi, 80 gram memberi keseimbangan terbaik antara kualitas dan biaya.
Kertas yang tepat membuat skripsi lebih bernilai
Memilih gramatur kertas yang tepat membuat skripsi terlihat rapi, nyaman dibaca, dan awet disimpan di perpustakaan. Dengan memahami perbedaan gramatur, memeriksa pedoman kampus, dan menyesuaikan anggaran, mahasiswa bisa mencetak naskah yang berkualitas tanpa pemborosan. Kertas yang tepat adalah penutup yang pantas untuk kerja keras selama menyusun skripsi.
More from the blog
Cetak dan Kertas
Cara Memilih Jenis Kertas Yang Tepat Untuk Skripsi
Banyak mahasiswa menghabiskan waktu berminggu-minggu menyusun isi skripsi, lalu memilih kertas cetak hanya dalam waktu lima...
Cetak dan Kertas
Cek Ini Sebelum Mencetak Skripsi agar Tidak Cetak Ulang
Rp186.000. Itu jumlah yang harus dikeluarkan seorang mahasiswa Akuntansi untuk mencetak ulang empat eksemplar naskahnya, gara...
Kehidupan Kampus
Catatan Bimbingan Skripsi agar Revisi Tidak Berputar Putar
Bab dua sudah direvisi tiga kali, dan di pertemuan keempat dosen pembimbing meminta Anda mengembalikan paragraf yang dulu ia...